Tags


PERTEMUAN PERTAMA

HEHEH.. pertemuan ini lumayan menyenangkan,, aku bisa bantu dosen untuk mbenerin komputer kelas, walaupun hal yang kecil aku yakin akan menjadi suatu pengalaman yang tak terlupakan. wanita itulah dosen yang mengajar, semoga aja dosennya baik hati,,ūüôā

hari ini pertama masuk dan langsung perkanalan seperti biasa dengan dosen dan memulai perkenalan makul.

Materi Pembelajaran

  1. Prinsip-prinsip penanganan bahan dalam industri
  2. Tata letak dan penanganan bahan
  3. Konsep unit bahan
  4. Peralatan penanganan bahan
  5. Manual material handling
  6. Produktivitas penanganan bahan
  7. Penanganan bahan dalam gudang

Penanganan bahan =pekerjaan mengangkut , menurunkan, membawa, mendorong, menarik, termasuk loading dan unloading.

Loading merupakan pekerjaan sebelum selesai proses produksi. misalnya: memasukkan adonan ke dalam oven yang sudah terdapat dalam loyang.

Unloading merupakan pekerjaan yang telah dilakukan  atau telah loading. misalnya : Mengangkat adonan yang sudah matang atau hanya membalikkan adonan agar tidak gosong.

Dalam materi pembelajaran terdapat manual material handling, materi ini bersangkutan dengan bahan yang tidak bisa diolah dengan mesin atau keterbatasan mesin juga bisa dilakukan jika ada kerusakan dalam mesin yang mendadak sehingga manual material handling perlu diajarkan untuk mengantisipasi atau mengganti proses alat produksi.

PERTEMUAN KEDUA

Kog dosennya beda???…. ya udah gpplah,, yang penting dapet materi, pertemuan kedua ini akan mengulas tentang AMHS (American Material Handling Society). Definisinya yang terdapat didalamnya meliputi seni dan ilmu yang meliputi :

  1. Penanganan (handling)
  2. Pemindahan (moving)
  3. Pengepakan (packing)
  4. Penyimanan (storing)
  5. Pengendalian atau pengawasan (controling) dari material dalam segala bentuk.

Tujuan material handling (penanganan bahan)

  1. Meningkatan aliran bahan agar lancar, tepat waktu, teratur, sasaran, makan tidak perlu mengeluarakn biaya tambahan untuk mengatasinya.
  2. Mengurangi biaya.
  3. Meningkatkan pemanfaatan ruang.
  4. Meningkatkan kondisi kerja.
  5. Memudahkan proses produksi.

Produktivitas= output/input . Semakin besar nilai perbandingannya maka semakin besar produktivitasnya.

Prinsip pemindahan bahan (moving)

  1. perencanaan aktifitas pemindahan.
  2. perencanaan sistem yang menyatukan dan mengkoordinasikan komponen yang satu dengan yang lainnya. memandang segala proses mnufactures sebagai satu sistem.
  3. urutan operasi dan peralatan untuk pengoptimalkan barang.
  4. mengurangi, menggabung, menghilangkan pemindahan barang yang tidak perlu karena dalam proses pemindahan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga jika pemindahan dapat disetting sesedemikian rupa akan dapat menghemat biaya.
  5. menggunakan prinsip grafitasi. contoh : industri teh yang berada dimalang. mereka memanfaatkan tempat produksi sesuai dengan tempat yang lebih tinggi ketempat yang rendah. proses produksi awal diletakkan diatas sehingga aliran barang otomatis akan turun kebawah. sehingga tidak perlu melakukan pemindahan barang atau bahan sendiri. sehingga lebih menghemat biaya produksi.
  6. memaksimalkan bangunan semaksimal mungkin.
  7. meningkatkan beban atau jumlah barang yang dipindahkan sehingga sekali memindahkan mesin dapat dioptomalkan serta menghemat biaya.
  8. memberikan metode pemindahan yang aman, mekanis, otomatis atau dengan menggunakan tenaga manusia.
    mekanis: penggunaan alat namun masih ada peran manusia sebagai pengontrol
    otomatis: mesin yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga dapat bekerja sendiri.
    manusia: tenaga yang berasal dari manusia.
  9. pemilihan alat dan pertimbangan aspek barang ketika ingin melakukan pemindahan barang perlu adanya pengetahuan mengenai karakteristik barang tersebut . contoh : susu perlu adanya sterilisasi pada tabung agar terjaga ketika dilakukan pada pemindahan hasil jadi pada proses pengemasan akhir. atau packaging.
  10. melakukan cara, jenis, dan ukuran alat pemindahan yang baku.
  11. menggunakan cara dan peralatan berbagai pekerjaan yang tepat dan flexsible
  12. meminimumkan perbandingan beban barang dengan bobot peralatan.
  13. menjaga agar alat yang telah dirancang tetap bergerak/bekerja dengan baik.
  14. mengurangi waktu yangt tidak produktif
  15. pengontrolan alat-alat pekerjaan
  16. penggantian peralatan lama terhadap peralatan modern yang lebih efektif dan efisien.
  17. menggunakan alat pemindahan bahan dengan pemindahan yang lain. hal ini dilakukan untuk proses pengendalian agar dapat mencapai kapasitas produksi penuh.
  18. efisiensi biaya setiap satu satuan bahan.