Assalamualaikum guys,,,,,,,

Lama tak tak posting karena banyak sekali hal yang perlu untuk diselesaikan. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman yang terjadi pada hari sabtu- minggu 24-25 Mater 2012. Cerita ini saya dapat ketika berkunjung ke rumah salah satu teman kampus, tepatnya di daerah temanggung. Yang saya dapat dari pengalaman ini sangat bervariasi, ada rasa senang, sedih, dan rasa syukur kepada allah swt tentunya. Pada hari sabtu, saya dan 4 orang teman akan berkunjung ke rumah teman. berangkat dari jogja jam 3 sore dan sampai temanggung jam 6 sore. perjalanan yang dilalui lumayan jauh dan melelahkan, ada beberapa sebeb yaitu salah satu teman saya (cewek) naik motor sendiri dan jalannya tidak teratur,, sering kali mau ketabrak mobil, lagi-lagi orangnya ngantukan dan mudah tidur, saya yang cuma melihat dari belakang cara mengendarai sepeda motor pun sangat takut. Karena saya pernah berboncengan dengan dia dan dianya malah ketiduran dimotor dan mau jatuh. untung yang jatuh haya helmnya, kalo yang jatuh dia pasti akan lebih besar masalahnya.

Oke, kembali ke topik pengalaman, sesampai disana (rumah temen) saya terkejut dengan kondisi rumahnya. aku merasa kurang bersyukur kepada yang di Atas yang telah memberi rahmatnya kepadaku. kondisi rumah yang tua, terbuat dari kepang bambu dan lantai tanah. terlebih lagi kamar mandi sengan air sumurnya tak beratap dan tak berlampu, membuatku seakan telanjang bulat ditengah jalan. Saat saya mandi, perasaan yang saya rasakan adalah masih ada orang yang seperti ini,, dan ini adalah temanku. aku sangat terharu tapi tak sempat menangis. tempat buang air besar berada dibelakang dekat tungku yang digunakan untuk memasak dan tak tertutup sempurna, tingginya hanya setengah dari pintu. saat ku buang air besar seakan ku tak bisa mengeluarkannya,, karena rasa takut ada yang mengintip. orang tuanya sudah rapuh dan tek bekerja, tetapi saya kagum dengan kondisi teman saya yang sangat kuat ini akan hidupnya. saya menginap di rumah neneknya yang berada tepat dirumahnya. tidur dengan selembar tikar dan bantal yang menemaiku dalam keadaan dingin. ku mencoba tuk memejamkan mata karena besok akan melakukan kunjunag ke PT Tambi yang berada di Wonosobo.

Pagi menjelang, udara sejuk seakan masuk ke dalam dadaku dan kabut seakan menutupi keindahan alam yang berada di sekitar rumah yang tua ini. saya pun kembai  ke rumah tua itu untuk meminum segelas kopi yang telah dibuatkan oleh ibu dari teman saya. tak lupa tempe kemul untuk melengkapinya dan suasana yang dingin dipagi hari itu. Kemudian sekitar jam setengah sepuluh kami berangkat ke pabrik teh tambi di wonosobo, kami melewati  jalan yang naik turun karena berlokasi di daerah gunung. akan tetapi yang tak kusuka terdapat sekelompok orang preman yang meminta-minta ( Malaki ).

Perjalanan ke tambi dengan suasana yang sejuk dan pemandangan gunung di sekeliling membuat perjalanan yang lumayan jauh ini tak terasa terlewati,,sesampai di pabrik, aku bersama teman-teman langsung bertanya tentang prosedur bila akan mengadakan jatek di pabrik ini kepada satpam,, lama ku berbincang dan ternyata informasinya harus didapatkan di kantor pabrik tersebut yang berada di daerah wonosobo,, tak lama kemudian kita berdiskusi dan melanjutkan perjalanan,, tapi tidak ke wonosobo melainkan ke dieng,, kata banyak orang, daerah ini memiliki pemandangan yang sangat indah dan terdapat makanan yang khas yaitu purwaceng dan Carica, akhirnya kami menemukan pabrik Carica yang sebelumnya telah kammi diskusikan. Di sana kami mengambil beberapa gambar dan merekam video mengenai sanitasi yang di terapkan di industri rumahan ini. sanitasinya pun masih sangat minim akan tetapi cara pengemasan yang baik membuat produk akan awet lebih lama. Waktu telah berlalu dan hari menjelang siang, kamipun sedera meninggalkan tempat produksi Carica dan membeli segerdus Carica dan purwaceng sebagai oleh-oleh. Harganya lumayan mahal untuk Carica 1 gerdus isi 6 Rp 50.000,- dan Purwaceng isi 6 Rp 30.000,-

Sebelum kami pulang ke Temanggung kami mampir ke masjid di daerah dieng,,

Gambar dari kiri : Andi, Sodara Jati (maaf lupa namanya), Jati, Ridha, Panji

saya akan selalu mengingat perjalanan ini dan memetik hikmah sebagai pengingat dan pengalaman dalam hidup.. terima kasih teman telah membaca artikel ini. Pasti ada kata-kata yang tidak mudah dimengerti, karena saya menulis langsung dari pikiran saya sendiri. thx bye🙂

Wassalamualaikum……….